Bergerak menuju ibu #4

Jeddah, 24 Desember 2015

Sekitar jam 08.30 waktu KSA saya mendarat di kota ini, setelah perjalanan panjang dan melelahkan dari JOG-CGK kemudian dilanjutkan CGK-JED. Jeddah ada yang mengartikan sebagai nenek, sebab konon makam Ibu Hawa – nenek moyang umat manusia di bumi ini – berada di kota ini.

“Jika aku diberi kesempatan untuk terlahir kembali, aku ingin menjadi nenekku atau ibunya ibuku.”

***

Saya pernah janji kepada ibu kalau ingin mengajaknya umrah bersama. Kisah Uwais al Qarni yang mengendong ibunya saat berhaji telah menginspirasi saya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Intafa’a

Jumat berkah.

Seorang kawan saya yang bekerja di perusahaan otomotif berkirim SMS, akan bertamu sebelum jumatan: “Mau mbayar utang, Mas!”

Beberapa bulan yang lalu, ia pinjam uang kepada saya lima juta untuk membayar UKT anaknya yang masuk seleksi PTN. Kebetulan waktu itu saya memang sedang pegang uang cash, setelah mendapat arisan mingguan yang saya ikuti dengan potong uang makan. Belum juga uang tersebut saya manfaatkan, datang kawan saya itu menyampaikan hajatnya kalau lagi butuh uang untuk urusan sekolah anaknya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Insiden crane itu

kabah

Persiapan menjelang shalat shubuh

Untuk mengobati rindu dan menautkan batin saya dengan bumi Mekkah dan Madinah, saya suka menonton TV KSA yang menyiarkan secara live sekitaran Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kalau ingin nonton secara streaming di sini.

Kamera mengambil gambar dari segala sudut masjid dan pelatarannya. Dengan menonton TV KSA tersebut saya berasa sedang ada di kedua Tanah Haram tersebut. Gambar-gambar hidup yang ditampilkan dilatarbelakangi alunan ayat-ayat Quran, kecuali pada saat azan dikumandangkan dan waktu pelaksanaan shalat. Lanjut baca…

Share on Facebook