Insiden crane itu

kabah

Persiapan menjelang shalat shubuh

Untuk mengobati rindu dan menautkan batin saya dengan bumi Mekkah dan Madinah, saya suka menonton TV KSA yang menyiarkan secara live sekitaran Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Kalau ingin nonton secara streaming di sini.

Kamera mengambil gambar dari segala sudut masjid dan pelatarannya. Dengan menonton TV KSA tersebut saya berasa sedang ada di kedua Tanah Haram tersebut. Gambar-gambar hidup yang ditampilkan dilatarbelakangi alunan ayat-ayat Quran, kecuali pada saat azan dikumandangkan dan waktu pelaksanaan shalat. Lanjut baca…

Share on Facebook

Pak Bejo betul-betul bejo

Kemarin Pak Bejo mengundang tetangga, kerabat dan teman-temannya dalam acara pamitan pergi haji. Ya, minggu depan ia dan istrinya akan melakukan ibadah haji. Sebagaimana adat orang beradab, ia berpamitan dan meminta doa-restu dari segenap hadirin serta menitipkan harta-benda dan keluarga yang ditinggalkannya.

Dikutip dari artikel Pak Bejo

Pak Bejo dan istrinya telah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut para tetangga yang akan mengiringi kepergiannya ke Tanah Suci. Tentu saja mereka ingin menjamu para tamu dengan aneka kue, dan bagi pengantar telah disiapkan nasi boks untuk sangu di perjalanan menuju asrama haji. Lanjut baca…

Share on Facebook

Menjadi ibu

Sarmintara tak sabar menunggu bulan Desember. Kemarin dulu ia mendatangi biro perjalanan umroh, mendaftarkan atas nama dirinya dan ibunya. Tabungan yang ia mulai sejak lima tahun lalu, telah cukup untuk pergi umroh berdua.

“Memang sudah menjadi keinginan saya mengajak ibu ke Tanah Suci, pak haji,” ujar Samintara kepada Mas Suryat, di serambi masjid sambil menunggu dimulainya ibadah shalat Jumat.

“Alhamdulillah, mas. Insya Allah semua urusan lancar ya. Jadi mau berangkat dari mana, Jakarta atau Surabaya?” tanya Mas Suryat.

“Ambil Surabaya saja, pak haji. Lagian saya bisa mendampingi ibu mulai dari keberangkatan dari Jember,” jawab Sarmintara.

Mas Suryat menyarankan kepada Sarmintara untuk segera membikin paspor, agar jauh-jauh hari sudah memegang dokumen imigrasi. Selebihnya, biar Gusti Allah yang mengatur semuanya. Lanjut baca…

Share on Facebook