Memahami sejarah Islam

Suatu ketika Lila melontarkan sebuah pertanyaan: siapa nama ayah Umar bin Khattab? Saya diam sejenak. Rasa-rasanya saya belum pernah membaca atawa mempelajari silsilah Khalifah Umar bin Khattab. Pemahaman saya masih terbatas kepada silsilah Kanjeng Nabi saja, siapa nama bapak-ibunya, kakeknya, paman-pamannya, istri-istrinya dan putra-putrinya.

“Namanya ya… Khattab dong,” kata Lila lagi.

“Kalau ayahnya Abu Bakar as Sidiq, siapa hayo?” saya gantian bertanya.

~oOo~

Sejatinya, memahami sejarah Islam tidak melulu hanya pada perkara  mengetahui tokoh Islam jaman dulu dan peristiwa yang menyertainya, tetapi di balik itu semua ada hikmah dan pelajaran yang sangat banyak dan seakan tiada pernah habis-habisnya ketika dipelajari.  Di antara kita bahkan sudah hafal peristiwa isra’ mi’raj Rasulullah atawa perang Badar, tetapi hikmah yang bisa diambil dari peristiwa tersebut belum tentu terpahami dengan benar. Lanjut baca…

Share on Facebook

Ber-Islam secara kaffah

Bang Ali Nurdin ke mana-mana berpakaian jubah yang mirip gamis atawa gamis yang mirip jubah lengkap dengan kopiah hitam asli Indonesia. Kakinya dialasi terompah, sementara tangannya tidak lepas dari benda yang bernama siwak yang digosok-gosokkan di sela-sela gigi putihnya.

Setiap bertemu orang ia menebarkan salam, bahkan sebelum dan selepas ia memarahi seorang pemuda pemabuk di pos ronda ia juga mengucapkan salam meskipun dengan nada yang tidak terlalu ramah. Lanjut baca…

Share on Facebook

Shalat Rejeki

Pengajian malam Jumat Legi topiknya cukup menarik. Ustadz Asnoor menyampaikan materi seputar shalat Dhuha yang disebutnya sebagai shalat rejeki. 

“Sepertinya kita menjadi orang yang sombong dan sok sibuk, seperti tidak punya waktu luang, masa sih untuk shalat sunat dua rakaat saja nggak punya waktu? Masa sih nggak punya waktu barang sejenak untuk berkomunikasi dengan Gusti Allah?” kata Ustadz Asnoor ketika menjawab sebuah pertanyaan seorang santri berapa jumlah minimal rakaat dalam shalat Dhuha.

Lalu ia menambahkan, “Dengan shalat Dhuha kita akan mendapatkan bimbingan dan arahan dari Gusti Allah bagaimana seharusnya menjemput rejeki, karena rejeki hak diberikan oleh Gusti Allah kepada semua makhluk di muka bumi ini.” Lanjut baca…

Share on Facebook