Doa Pembebasan Hutang

Di dalam hadits ada doa untuk membebaskan diri dari hutang. Doa ini biasa dibaca pada pagi dan petang sebanyak tiga kali.

Kisahnya :

Ketika Rasulullah SAW masuk masjid di luar waktu-waktu shalat fardhu, beliau dihampiri seorang sahabat Anshar bernama Abu Umamah.

Sahabat ini mengeluh kepada Nabi SAW: “Kesusahan dan hutang-hutangku membelit diriku, wahai Rasulullah”.

Rasulullah SAW bersabda: “Maukah aku ajarkan sebuah doa kepadamu, yang apabila engkau mengucapkannya, Allah menyingkirkan kesusahanmu dan membayar hutang-hutangmu.”

Abu Umamah menjawab: “Ya, wahai Rasulullah”

Kalimat-kalimat doanya seperti ini:

Lanjut baca…

Share on Facebook

Baitullah

“No, kopi buat tamu Bapake sudah kamu kasihkan?” tanya Lastri kepada Gino.

“Sampun, sudah mBak. Tamunya ada tiga kan?” jawab Gino sekaligus melakukan konfirmasi.

“Iyo. Sik, No jangan pergi dulu. Tolong ini difotokopi dua lembar ya?” perintah Lastri kepada OB kesayangannya itu.

Gino menerima berkas dan segera ke mesin fotokopi. Cekatan, tidak sampai membutuhkan waktu lima menit.

“mBak, jadi lebaran haji nanti kantor kita mau menyumbang  tiga sapi, ya?” kata Gino sambil memberikan berkas fotokopi kepada Lastri. Jidat Lastri berkerut, “Kamu kok tahu?” tanyanya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Dering di Tengah Shalat

Dalam suatu forum pengajian, setelah menyampaikan materi tentang shalat Ustadz Asnoor ditanya oleh salah satu santrinya.

“Saya mau bertanya Ustadz. Sering kita alami kejadian saat shalat jumat terdengar bunyi HP dari salah seorang jamaah. Hal ini sangat mengganggu konsentrasi shalat jamaah lainnya. Padahal sebelum khutbah dimulai, sudah diumumkan agar mematikan HP. Yang saya tanyakan, apakah diperbolehkan mematikan HP saat kita shalat? Mohon penjelasan Ustadz.”

Hening sejenak. Ustadz pun menjawab pertanyaan itu.

“Bayangkan saat ini kamu sedang menghadap Presiden. Oh, terlalu tinggi, Bupati saja. Kamu diterima di ruang tamunya. Ketika kamu sedang menyampaikan maksud kehadiranmu di hadapan Bupati, tiba-tiba HP-mu berbunyi. Apa yang akan kamu lakukan? Membiarkan saja, mengangkat atau mematikan? Kamu pasti akan buru-buru mematikan HP itu dan meminta maaf kepada Bupati, karena gangguan dering HP.” Lanjut baca…

Share on Facebook