Kelahiran Muhammad SAW

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam” (QS 21 : 107)

Abdullah bin Abdul Muthalib menikahi wanita terhormat dari kalangan Quraisy : Aminah binti Wahhab bin Abdu Manaf bin Zahrah az-Zhuhriyah. Aminah lalu mengandung Muhammad SAW. Tak lama kemudian Abdullah wafat. Setelah melahirkan, Aminah mengirimkan berita kepada Abdul Muthalib bahwa dia telah melahirkan anak laki-laki. Abdul Muthalib segera menemui dan melihat cucunya itu serta membawanya ke Ka’bah. Lalu dia berdoa dan memuji Allah SWT serta memberinya nama Muhammad. Nama tersebut cukup asing di kalangan masyarakat Arab pada waktu itu. Abdul Muthalib lalu bersenandung : Lanjut baca…

Share on Facebook

Doa Pembebasan Hutang

Di dalam hadits ada doa untuk membebaskan diri dari hutang. Doa ini biasa dibaca pada pagi dan petang sebanyak tiga kali.

Kisahnya :

Ketika Rasulullah SAW masuk masjid di luar waktu-waktu shalat fardhu, beliau dihampiri seorang sahabat Anshar bernama Abu Umamah.

Sahabat ini mengeluh kepada Nabi SAW: “Kesusahan dan hutang-hutangku membelit diriku, wahai Rasulullah”.

Rasulullah SAW bersabda: “Maukah aku ajarkan sebuah doa kepadamu, yang apabila engkau mengucapkannya, Allah menyingkirkan kesusahanmu dan membayar hutang-hutangmu.”

Abu Umamah menjawab: “Ya, wahai Rasulullah”

Kalimat-kalimat doanya seperti ini:

Lanjut baca…

Share on Facebook

Baitullah

“No, kopi buat tamu Bapake sudah kamu kasihkan?” tanya Lastri kepada Gino.

“Sampun, sudah mBak. Tamunya ada tiga kan?” jawab Gino sekaligus melakukan konfirmasi.

“Iyo. Sik, No jangan pergi dulu. Tolong ini difotokopi dua lembar ya?” perintah Lastri kepada OB kesayangannya itu.

Gino menerima berkas dan segera ke mesin fotokopi. Cekatan, tidak sampai membutuhkan waktu lima menit.

“mBak, jadi lebaran haji nanti kantor kita mau menyumbang  tiga sapi, ya?” kata Gino sambil memberikan berkas fotokopi kepada Lastri. Jidat Lastri berkerut, “Kamu kok tahu?” tanyanya. Lanjut baca…

Share on Facebook