Berkunjung ke Perkampungan Blog

Seorang ayah dan anak perempuannya itu sudah berdandan rapi. Mau ke mana mereka berdua? Semalam, sang ayah sudah berjanji kepada anak perempuannya itu untuk diajak jalan-jalan berkunjung ke Perkampungan Blog.

Di dunia maya – entah siapa pelopornya – terdapat banyak sekali Perkampungan Blog, yakni memgumpulkan banyak blog dalam satu cluster yang dilakukan oleh seorang Narablog, dan ia secara otomatis mengangkat dirinya sebagai Kepala Suku Perkampungan Blog. Sang Kepala Suku punya otoritas penuh dalam mengatur blog-blog tersebut, termasuk mendeportasi salah satunya dari kampung yang ia kelola. Uniknya, satu blog bisa jadi penghuni di Perkampungan Blog yang lain dan hebatnya lagi sang Kepala Suku dapat menjadi anggota di Perkampungan Blog yang lain. Oleh sang Kepala Suku, kampung blog miliknya diberi nama, misalnya Teropongku, Jendela Surau Inyiak, Marka, dan masih banyak lagi.

“Yah, berkunjung ke Perkampungan Blog menyeramkan nggak, seperti waktu dulu kita ziarah ke pekuburan blog?” tanya anak perempuan itu kepada ayahnya yang sedang mempersiapkan sepeda.

“O, tidak anakku. Kunjungan kita kali ini akan sangat menyenangkan,” jawab ayahnya sambil tersenyum.

Maka, dengan membonceng sepeda anak perempuan itu dibawa ayahnya keliling Perkampungan Blog. Supaya aman, cara membonceng anak perempuan itu dengan mengangkang, kedua pahanya menjepit boncengan sepeda. Lanjut baca…

Share on Facebook

Gara-gara Grimm Bersaudara

Lihat gambar statistik The Padeblogan di atas. Pagi ini ada lonjakan kunjungan yang amat fantastis. Sebuah artikel yang sudah saya siapkan untuk terbit terpaksa saya tunda, karena melihat statistik kunjungan blog hari ini. Semua gara-gara Kyai Gugel hari ini menyambut 200 tahun Dongeng Grimm. Kunjungan yang biasanya berkisar 600-800 per hari, setidaknya sampai jam 9 pagi tadi sudah ke angka 16.900-an. Lanjut baca…

Share on Facebook

Blog bermutu itu seperti apa?

Saban hari lahir ribuan blog, namun yang mati pun tak kalah banyaknya. Membaca blog memang mengasyikan dan sering membuka wawasan fikiran, juga memberikan pencerahan. Tak semua blog sih, soalnya ada juga yang membuat mabuk dan muntah, seperti blog yang isinya menguraikan keburukan/kelemahan orang lain, menghujat dan sebangsanya. Sudah banyak kajian tentang tujuan ngeblog, termasuk tips dan triknya. Bahkan secara mendalam dibahas juga tentang rambu-rambu dalam ngeblog. Intinya seperti stiker-stiker yang ditulis di angkot atawa kios tukang cukur: anda sopan, kami segan!

Jadi, blog disebut bermutu jika isi artikelnya mencerahkan, baik yang ditulis dengan bahasa serius atawa yang ringan-interesan. Lanjut baca…

Share on Facebook