Mas Boi melepas lajang

Selamat kepada Mas Boi yang dalam hitungan hari akan melepas masa lajang dan jadilah suami Nomer Jitu.

Dari artikel Suami dan penghasilannya

Kepergian saya ke SOC kemarin untuk menghadiri pernikahan teman sekantor yang kami panggil dengan sebutan Mas Boi. Sungguh rejeki bagi saya, ternyata format kondangan menggunakan adat Solo dan sekitarnya yakni para tamu duduk manis di kursi yang telah disiapkan dengan satu meja per sepuluh kursi. Di atas meja sudah tersedia sepuluh gelas teh manis panas.

Tamu mulai mbanyu mili memasuki gedung, ketika pembawa acara angkat bicara (dengan bahasa Jawa paling halus) kalau acara segera dimulai. Untuk mendiskripsikan rangkaian acara saja memerlukan waktu hampir lima belas menit, sampai akhirnya muncul pengantin perempuan yang dibawa ke atas pelaminan. Lanjut baca…

Share on Facebook

Ibu guru yang cantik itu pun menangis

Kisah ini terjadi ketika saya kelas 2 SMA (tahun 1985).

Pada tahun 1979 pernah beredar film Indonesia bergenre remaja yang berjudul Guruku Cantik Sekali, waktu itu saya kelas 5 SD. Dan ketika kelas 1 SMP ungkapanĀ Guruku Cantik Sekali kembali terdengar saat kami mendapatkan wali kelas yang, menurut penilaian kami, cantik sekali.

Sang waktu bergulung dengan cepatnya, saya pun duduk di kelas 2 SMA.

Pelajaran favorit saya saat itu: Kimia. Hanya gara-gara ibu gurunya cantik sekali. Waduh, ternyata mayoritas murid cowok mengidolakannya meskipun pelajaran kimia sering membuat pusing. Lanjut baca…

Share on Facebook

Indahnya sebuah pertemanan

Di sebuah perempatan tlatah Mlati Sleman seminggu yang lalu. Setelah aku mengantar tamu, aku kudu kembali ke bandara karena dua jam lagi pesawat dari Surabaya mendarat dan ada satu tamu yang sudah menghubungiku untuk diantar ke Klaten.

Mobil aku pacu dengan kecepatan kisaran 20 – 30 km per jam, sebab lalu lintas agak padat. Tiba-tiba dari arah kanan ada motor menyelonong dan menabrak mobilku dan mengenai pintu kanan. Brakkk! Lanjut baca…

Share on Facebook