Agus itu nama pasaran?

Pernah saya bertanya kepada bapak saya, kenapa memberi nama anak-anaknya dengan “Agus” (saya 4 bersaudara, laki-laki semua, saya anak pertama dan nama depan kami semua Agus). Bapak saya bilang, senang saja dengan kata Agus yang berarti bagus. Anehnya, nama-nama kami tidak ada hubungannya dengan kelahiran di bulan Agustus (kami memang tidak ada yang lahir di bulan Agustus). Dalam keluarga besar saya (satu mbah buyut) ada 7 orang yang bernama Agus.

Ketika di SD teman satu kelas banyak juga yang bernama Agus, yaitu Agus Caksono, Agus Kuntadi, Agus Kurniawan dan Agus Wahyudi. Lanjut baca…

Share on Facebook

Artis Figuran

Telepon dari reception di lantai bawah mengagetkan saya, karena ada seorang artis ingin bertemu dengan saya. Artis? Ya, dia menuliskan identitas pekerjaan di buku tamu dengan kata “artis’ dan tujuan bertamu dia menuliskan “dinas”, demikian kata reception ketika menjelaskan siapa tamu saya sore kemarin.

Sebelum saya menemuinya di lobby kantor, saya pastikan ponsel kamera saya sudah siapkan di saku celana, siapa tahu ada kesempatan berfoto bersama artis yang menjadi tamu saya. Betapa kagetnya saya, ternyata artis itu bekas anak buah saya – sebut saja si Acep – yang 2 atau 3 tahun lalu mengundurkan diri dari kantor dengan alasan ingin konsentrasi pada bisnis kerupuk kulit yang ditekuninya. Ah, rupanya reception sengaja mengerjai saya ha..ha..ha..

Apakah dia artis yang Anda kenal juga? Saya tidak yakin kalau Anda mengenal dia. Dia ini memang artis di sinetron-sinetron misteri yang sempat booming di pertelevisian nasional, meskipun peran dia hanya sebagai artis figuran yang muncul di layar kaca tidak lebih dari satu menit. Lagi pula, dia tidak pernah membuat sensasi supaya masuk ke infotainment dan orang-orang akan mengenalnya. Lanjut baca…

Share on Facebook