Shocked

Kadang kalau sedang nyetel tipi, saya suka lihat film kartun Spongebob. Lucu sekali tingkah polah makhluk yang hidup di Bikini Bottom tersebut. Sudah tuwir kok masih suka nonton kartun anak-anak toh, Mas? Mungkin tak hanya Spongebob yang saya suka, ada Tom & Jerry, Donal Bebek, Pink Panther, dan lain-lain pokoknya kartun tokoh binatang.

Saya jadi ingat di masa kecil dulu. Umumnya anak-anak kampung yang suka menjahili binatang, saya juga melakukan hal sama untuk mendapatkan efek kelucuannya. Kalau difikir-fikir secara waras, tindakan menjahili binatang tersebut termasuk kategori tindakan yang kejam sebab bertentangan dengan peri-kehewanan.

Apa saja itu? Lanjut baca…

Share on Facebook

Enjoy Capitalism di Karanganyar

Saya akan sejenak bernostalgia tentang Kota Karanganyar di masa kecil tahun 80-an. Wilayah kota yang saya pahami dulu adalah penggalan Jl. Lawu antara Gereja St. Pius X hingga jembatan Kali Siwaluh yang ditandai dengan bermacam bangunan kantor, pertokoan atawa pelayanan  umum. Jika diurutkan seperti ini: Gereja St. Pius X – Kantor Pos, Polres, Pegadaian, Tangsi Polisi, SDN 1, Studio Foto Meiwa, Toko Morodadi, Pool bus Sedayu, Warung Hek mBah Loso, Toko Gai Sin, Toko Besi Pak Basman, Toko Bu Tris, Es Pak Bejo, Kodim, Kantor Penerangan, Toko Yoto Kulon, Pasar (belakang dipindah ke Harjosari dan diubah menjadi Taman Pancasila) Rumah Dinas Bupati, Kantor Tilpun, Toko Yoto Wetan, Pangkas Rambut Mokram, Toko Lestari, Toko Bu Win, Toko Waras Waris, Kantor Kecamatan Karanganyar, Gedung Bioskop Lawu Theatre, Toko Buku Wijaya, Toko Mulyo, SDN 3, Toko Marto Tuk, jembatan Kali Siwaluh. Lanjut baca…

Share on Facebook

Rukun agawe santosa

Di kampung saya dulu, banyak rumah yang dindingnya dihias dengan gambar/patung tempel (hanya kepala) Punakawan: Semar, dan ketiga anaknya Gareng, Petruk dan Bagong. Susunan ada yang seperti gambar di samping ini atawa posisi ketiga anak wajahnya menghadap Semar.

Jika Punakawan tersebut berujud poster biasanya disertai tulisan “Ojo Dumeh/Jangan Mentang-mentang” atawa “Rukun Agawe Santosa/Rukun membuat sentosa”. Sebuah pesan yang sangat membumi bagi masyarakat Jawa.   Lanjut baca…

Share on Facebook