Mas Boi melepas lajang

Selamat kepada Mas Boi yang dalam hitungan hari akan melepas masa lajang dan jadilah suami Nomer Jitu.

Dari artikel Suami dan penghasilannya

Kepergian saya ke SOC kemarin untuk menghadiri pernikahan teman sekantor yang kami panggil dengan sebutan Mas Boi. Sungguh rejeki bagi saya, ternyata format kondangan menggunakan adat Solo dan sekitarnya yakni para tamu duduk manis di kursi yang telah disiapkan dengan satu meja per sepuluh kursi. Di atas meja sudah tersedia sepuluh gelas teh manis panas.

Tamu mulai mbanyu mili memasuki gedung, ketika pembawa acara angkat bicara (dengan bahasa Jawa paling halus) kalau acara segera dimulai. Untuk mendiskripsikan rangkaian acara saja memerlukan waktu hampir lima belas menit, sampai akhirnya muncul pengantin perempuan yang dibawa ke atas pelaminan. Lanjut baca…

Share on Facebook

Es puter Pak Gombil

Setiap kali melihat orang jualan es puter keliling, saya selalu teringat Pak Gombil. Siapa itu Pak Gombil?

Ini kenangan waktu saya masih SD dulu. Saya bertetangga dengannya. Pak Gombil dan teman-temannya yang asli Wonogiri menyewa sebuah rumah, sebagai tempat memproduksi es puter. Saya dan teman sepermainan sering berkunjung ke rumah Pak Gombil untuk melihat bagaimana es puter tersebut dibuat.

Pagi-pagi sekali, ia dan teman-temannya sudah duduk manis di depan “mesin” es puter miliknya: sebuah tong yang terbuat dari kayu, di tengahnya dimasukkan sebuah tabung aluminium yang di dalamnya telah berisi adonan es puter yang masih cair. Kemudian pada ruang yang kosong (di dalam tong tersebut) diisi dengan bongkahan es batu kemudian ditaburi garam kasar. Dengan kesabaran ekstra-tinggi, tabung aluminium tersebut diputar pelan-pelan sampai adonan di dalamnya membeku dan siap disajikan/dinikmati. Lanjut baca…

Share on Facebook

Silaturahim membawa keberkahan #2

Setelah kelar acara Seminar Motivasi bersama adik-adik siswa SMA Negeri 1 Karanganyar, giliran bersilaturahim dengan teman-teman masa SMA dulu yang dikemas dalam acara Reuni 30 Tahun. Ya, tiga puluh tahun sudah kami – angkatan 1986 – lulus dari SMA.

Meskipun kami punya Group WA – baik yang sekelas maupun antar kelas – tetapi ada beberapa teman yang tidak pernah bertemu belasan tahun bahkan sejak lulus SMA dulu, sehingga pada saat bertemu kembali saling tebak: siapakah dirimu, kawan? Lanjut baca…

Share on Facebook