SMA paling top sedunia

Waktu itu, 1983, siapa sih yang tidak ingin masuk SMA Negeri 1 Karanganyar? Semua lulusan SMP berlomba-lomba untuk dapat diterima di SMA favorit itu. Dulu, seleksinya tidak menggunakan sistem NEM, tapi dengan test tertulis. Dan saya, termasuk salah satu peserta test yang diterima.

Ada satu nadar yang mesti saya tunaikan waktu itu: jika saya bisa lolos seleksi saya akan menggunduli kepala saya.

Seingat saya, dulu itu hanya bernama SMA Negeri, tanpa embel-embel nomor di belakangnya, karena memang hanya ada 1 SMA Negeri di wilayah Kota Karanganyar. Kalau tidak salah, baru tahun 1986 berdiri SMA Negeri 2, yang kelas-kelasnya masih nebeng di SMA Negeri, masuk sore harinya.

Sesungguhnya bapak saya menginginkan saya sekolah di SPG, nanti biar jadi guru. Bahkan ketika saya memilih ikut tes masuk SMA bapak masih berharap saya mendaftar ke SPG jika nanti tidak lolos seleksi. Lanjut baca…

Share on Facebook

Ibu guru yang cantik itu pun menangis

Kisah ini terjadi ketika saya kelas 2 SMA (tahun 1985).

Pada tahun 1979 pernah beredar film Indonesia bergenre remaja yang berjudul Guruku Cantik Sekali, waktu itu saya kelas 5 SD. Dan ketika kelas 1 SMP ungkapanĀ Guruku Cantik Sekali kembali terdengar saat kami mendapatkan wali kelas yang, menurut penilaian kami, cantik sekali.

Sang waktu bergulung dengan cepatnya, saya pun duduk di kelas 2 SMA.

Pelajaran favorit saya saat itu: Kimia. Hanya gara-gara ibu gurunya cantik sekali. Waduh, ternyata mayoritas murid cowok mengidolakannya meskipun pelajaran kimia sering membuat pusing. Lanjut baca…

Share on Facebook

Trik mengajar paling unik

Kisah ini terjadi saat saya kelasĀ 3 SMA (tahun 1986).

Dari sekian banyak guru yang mengajar di kelas saya, rasanya hanya Pak Madi – demikian nama beliau, yang punya trik mengajar paling unik pada masa tersebut. Pak Madi sudah menggunakan perangkat “multi media” dalam menyampaikan ilmunya kepada para muridnya.

Mohon maaf, beliau ini dikenal sebagai guru yang galak dan tak kenal kompromi bagi murid yang tidak disiplin. Beliau mengajar Biologi, dan pelajaran yang masih saya ingat betul mengenai Hukum Mendell, nama lengkapnya Gregor Johan Mendell seorang biarawan dan penyelidik tanaman berkebangsaan Austria, sebagai peletak prinsip dasar genetika.

Jika jadwal pelajaran Biologi rasanya tak ada murid yang berani telat masuk kelas, berisik saat pelajaran berlangsung, apalagi membolos. Ingatan beliau sangat tajam perkara murid mana yang tidak memperhatikan pelajarannya. Lanjut baca…

Share on Facebook