Pawang bau badan

Barangkali sudah suratan nasib Mas Suryat, ketika ia berkali-kali berurusan dengan orang yang mempunyai bau badan semerbak “mewangi” yang sering mengganggu kenyamanan orang lain di sekitarnya.

Disebut berkali-kali artinya lebih dari sekali. Mas Suryat bukan menghindarinya, tetapi justru memberikan solusi bagaimana mengurangi – dan sokur-sokur bisa menghilangkan. Apa yang menjadi trik dan rahasianya?

[1]

Pada suatu hari, Mas Suryat dipanggil oleh Pak Bos. Ia mengeluhkan BB sopir yang saban hari melayaninya. Pak Bos ini orangnya berperasaan halus hingga sungkan untuk menegur sopirnya sendiri.

Mas Suryat mulai menyelidik. Ternyata, saban pagi setelah sampai di kantor, sopirnya Pak Bos ini rajin berolah raga lari. Tentu saja ia berkeringat. Namun sayangnya, cara hidup sehat semacam itu tak diimbangi dengan hidup bersih. Habis berolah raga, ia langsung mengenakan baju seragam sopirnya tanpa mandi dulu. Ia siap jika sewaktu-waktu ada panggilan untuk mengantar bos-nya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Tak ada tempat buat saya di Indonesia

12 tahun yang lalu hari-hari ini, saya kehilangan data riset saya hasil kerja selama 15 tahun. Komputer laptop terakhir saya ‘crash’ setelah berhari-hari menjalankan program rekonstruksi data pemindaian. Sebelumnya 2 komputer lain yang menyimpan data backup hangus tersambar petir, 2 lagi juga ‘crash’ terlebih dahulu karena tak mampu menjalankan program.

Ketika baru memulai membina riset di Indonesia selama 6 bulan, langit bagaikan runtuh, seolah-olah mengatakan: “Tak ada tempat buat saya di Indonesia.”

Tak ada ‘shock’ yang lebih berat dari itu yang pernah saya alami dalam hidup saya hingga membuat saya seminggu lebih tak mampu keluar rumah. Lanjut baca…

Share on Facebook

SMAN 1 Karanganyar Juara Olimpiade Biologi Kedokteran 2015


Wajah Mas Zuhri nampak menegang ketika kedua anak asuhnya itu menjawab pertanyaan juri. Ia merasa sangat lega ketika pertanyaan juri dijawabnya dengan mudah. Apa pasalnya?

Mas Zuhri – Moh. Saifudin Zuhri, nama lengkapnya – adalah ketua Yayasan Bina Putra Karanganyar (BPK) dua hari ini sedang berada di Universitas Jember Jawa Timur dalam rangka mengemban misi mulia yakni berprestasi bersama Yayasan BPK. Ia mengantar (dalam arti seluas-luasnya) Hendra dan Arif, kedua adik kelas kami yang merupakan peserta didik SMAN Negeri 1 Karanganyar untuk mengikuti kegiatan Olimpiade Biologi Kedokteran 2015. Lanjut baca…

Share on Facebook