Cara Arjuna kelola cemburu

Marga satwa dan segenap flora-fauna yang mukim di gunung Jamurdwipa pada kegerahan. Angin gunung berasa panas padahal menurut insting mereka kawahnya sedang tidak bergolak. Ada sesuatu yang nganeh-nganehi adat kebiasaan di lingkungan habitat mereka.

Arjuna baru saja mentas dari telaga Mantingan yang kini airnya mendidih. Maksud Arjuna berendam di air telaga untuk mendinginkan hatinya. Tapi apa daya, dinginnya air telaga tak mampu menurunkan panas hatinya.

Itulah kenapa marga satwa dan segenap flora-fauna merasakan kegerahan yang luar biasa. Lanjut baca…

Share on Facebook

Ario Wisanggeni menuntut pengakuan anak dari Arjuna

Bro, perempuan ndak pernah salah, dan kalau ia ternyata salah, kamulah penyebabnya. Jangan berusaha membuktikan bahwa ia salah, karena itu akan menjadi awal dari penderitaanmu. Mengalah sajalah Bro, dalam kasih sayang dan kelembutan, karena sebetulnya ia tahu kalau ia salah. Ia akan menyesuaikan diri. Jangan hanya kesal saat perempuan marah, tapi ingat juga saat ia sangat baik dan penyayang. Tanpa perempuanmu, hidupmu ndak akan komplit.

Banyak wanita, bahkan bidadari yang tersihir dan terpesona oleh serangkaian kalimat yang terucap dari lambe-nya Arjuna.

Adalah Dewasrani bidadari penghuni kahyangan yang tak lain adalah anaknya Bathari Durga, memendam rasa cemburu berat kepada Desranala yang juga bidadari. Kok cemburu toh mbak? Iya, soalnya Desranala dikawin oleh Arjuna beberapa bulan sebelumnya. Mereka saban hari berbulan madu di awan biru tiada yang mengganggu. Bulan madu di atas pelangi juga. Sak karepmu, namanya juga di kahyangan.

“Mami, tolong pisahin Desranala dari Arjuna dong!” rajuk Dewasrani pada Durga.

“Memang kamu cinta berat pada Arjuna?” goda Durga pada anak perempuannya itu. Lanjut baca…

Share on Facebook

Sinta dalam gendongan Rahwana

Kelanjutan lakon Terpesona Kecantikan Sinta

Kepergian Rama dan Laksmana yang cukup lama, membuat Sinta gelisah. Berulang kali ia keluar dari tendanya untuk memastikan kalau suaminya itu segera kembali. Namun penantiannya sia-sia belaka. Maka, ia memutuskan menunggu kedatangan mereka di luar tenda.

Sinta dikagetkan oleh kedatangan seekor kijang emas yang berusaha mendekati tendanya. Kijang emas itu seperti menggoda Sinta. Tapi mengapa ia tidak bisa benar-benar mendekati Sinta? Rupanya garis lingkaran yang dibikin oleh Rama merupakan pagar gaib yang tidak bisa ditembus dari luar garis tersebut.

Melihat ada kijang yang demikian jinak, Sinta ingin menyusul Rama untuk memberitahukan kalau di sekitar tenda ada seekor kijang. Rama dan Laksmana tentu tidak perlu jauh-jauh ke dalam hutan untuk berburu. Tapi Sinta segera ingat pesan suaminya untuk tidak keluar dari garis lingkar yang telah dibikin sebelumnya. Lanjut baca…

Share on Facebook