Sarpakenaka merayu dua lelaki

Tersebutlah kisah perjalanan Rama dan Sinta, yang ditemani oleh Laksmana, adik Rama. Mereka tiba di sebuah hutan yang masih perawan. Karena telah menempuh perjalanan yang sangat panjang, mereka bermaksud beristirahat di hutan tersebut.

Setelah Rama dan Laksmana mendirikan tenda, mereka meninggalkan Sinta sendirian di dalam tenda sebab mereka ingin mencari makanan untuk mengisi perut mereka. Sebelum pergi, Rama membuat sebuah garis yang mengelilingi sekitar tenda dan berpesan kepada Sinta supaya jangan melewati batas tersebut.

Dalam pencarian makanan di hutan itu, Rama dan Laksmana terpisah agak jauh. Lesmana diminta oleh Rama untuk mencari air minum. Lanjut baca…

Share on Facebook

Pernah aku mencoba untuk sembunyi, namun senyummu tetap mengikuti

Biar tersambung, silakan baca dulu artikel: Di hati ini hanya engkau mantan terindah.

Arjuna terdiam beberapa saat. Ia mencoba mengunyah kata-kata yang keluar dari mulut kekasihnya itu.

“Kenapa diam Jun, kamu tak sanggup kah?”

“Eh, bukan. Tapi… “

Kok, grogi Jun. Itu bukan sifat aslimu. Arjuna yang aku kenal adalah lelaki tangguh dan jantan, siap mewujudkan semua permintaan kekasih yang sangat disayanginya.”

“Tapi, bukankah Siti Sundari itu kekasihnya Abimanyu, anakku juga?”

“Iya. Lesmana juga anak kandungmu, bukan? Hampir dua puluh lima tahun kamu tak pernah menyentuh apalagi merawat buah cinta kita itu. Sekarang saatnya kamu menunjukkan kasih sayangmu sebagai seorang ayah!”

Kepala Arjuna ngelu. Permintaan Banowati kali ini sulit ia laksanakan. Lanjut baca…

Share on Facebook

Di hati ini hanya engkau mantan terindah

Coba dibaca dulu Honey, tiga hari kita tidak ketemu

Lesmana cukup lama pingsan. Celakanya, tak ada orang yang berlalu di sekitar TKP saat Lesmana tergeletak di pinggir jalan. Terpaan angin yang cukup kencang telah menyadarkan Lesmana bangun dari semaputnya.

Dengan jalan terhuyung ia mencoba mengingat-ingat jalan menuju rumahnya. Dari mulutnya melolong menyebut nama Siti Sundari yang sangat ia cintai. Kini ia seperti orang gila. Sikapnya tidak seperti beberapa jam sebelumnya sebagai seorang lelaki sejati. Ia telah berubah ke ujud semula. Pengaruh sihir Bathari Durga lenyap sudah.

Ketika ia sampai di rumah, Banowati yang menyambut langsung kedatangan putra sulungnya itu. Ia dipapah oleh ibunya dan didudukkan di sofa ruang keluarga. Segelas air putih dingin diteguk Lesmana dalam satu tarikan nafas. Hal ini telah menyegarkan ingatannya. Lanjut baca…

Share on Facebook