Dan aku cemburu, kekasihku

Terusan cerita Hari ini kamu cantik sekali dan aku suka

Diam-diam tanpa disadari oleh Lesmana dan Siti Sundari, kemesraan mereka  difoto oleh seseorang dengan ponsel pintarnya. Jepret!

Dalam hitungan detik, foto tersebut terunggah di WA lalu diberikan tag “Pasangan Paling Top Abad Ini” dan sekali klik dibagikan ke sebuah group WA. Satu persatu kontak dalam group membuka kiriman gambar.

Sebagian besar tanpa pikir panjang meneruskan gambar tadi ke group-group lainnya. Mirip jaringan multi level marketing.

Tuing!

Ponsel Abimanyu bersuara tanpa sebuah pesan masuk. Ponsel yang sedang dalam genggamannya itu ia sentuh layarnya. Tak perlu loading lama, maka terpampanglah foto Lesmana tengah tersenyum dan melirik ke arah Siti Sundari yang sedang memukul mesra lengan Lesmana. Lanjut baca…

Share on Facebook

Hari ini kamu cantik sekali dan aku suka

Baca dulu: Ibu kemarin aku bertemu gadis yang menggoncangkan hatiku sebab kisah di bawah ini menjadi lanjutannya.

Bersamaan peristiwa bertemunya Lesmana dengan Siti Sundari, kemudian keduanya berjalan beriringan kembali ke istana Dwarawati, Abimanyu baru bisa bertemu dengan Gatotkaca.

Setelah perang-tanding Gatotkaca melawan Baladewa dihentikan oleh Kresna, dua keluarga besar yang melamar Siti Sundari sepakat dengan titah Kresna bahwa siapa yang bisa membawa Siti Sundari ke hadapan Kresna ia yang akan diangkat menjadi mantu.

“Bim, begitulah perkembangan terakhir yang terjadi di istana ini. Kami gelisah mencarimu, sebab Lesmana sudah lebih dahulu mencari keberadaan Siti Sundari!” ujar Gatotkaca berapi-api. Lanjut baca…

Share on Facebook

Ibu, kemarin aku bertemu gadis yang menggoncangkan hatiku

Kelanjutan kisah Sedikit Cemas Banyak Rindunya

Siti Sundari terpesona oleh wibawa Lesmana, hingga ia terbengong beberapa saat. Untungnya Lesmana segera menepuk pundak Siti Sundari dan menyadarkan diri dari kekosongan pikiran.

“Apa yang membuatmu lari dari istana keputren, Sun?”

Mulut Siti Sundari seperti terkunci. Tak mampu menjawab pertanyaan Lesmana. Memang sulit untuk mencari alasan kenapa ia melarikan diri di saat ia berhadapan dengan Lesmana.

“Tahukah kamu apa yang terjadi di balairung Kerajaan Dwarawati? Ayahmu telah bertitah, siapa di antara Abimanyu dan Lesmana yang bisa membawa putrinya ke hadapannya akan dijadikan mantu olehnya. Sekarang aku telah menemukan dirimu, cah ayu. Mari aku antar pulang ke istana!”

“O, begitukah kabar terakhir yang terjadi di istanaku? Tapi… di sini aku menunggu kedatangan Abimanyu.” Lanjut baca…

Share on Facebook