Hutang rindu dibayar rindu #2

Raja Paranggelung tertegun. Palgunadi dan Anggraini masih menuntaskan pelukan hangat mereka. Kegiatan pelunasan rasa rindu tersebut seketika buyar begitu terdengar deheman Raja Paranggelung.

Kemudian pintu dibanting dengan sangat keras oleh penguasa Paranggelung itu. Tanpa bicara ia tinggalkan kediaman Anggraini.

Dalam hitungan menit, beberapa prajurit menangkap Palgunadi dan memasukkannya dalam sel. Sementara itu, Anggraini digiring ke hadapan raja.

“Kamu mencintai Palgunadi, Anggraini?” tanya Raja Paranggelung.

Anggraini menundukkan kepala. Matanya menghitung ubin yang ia injak. Sikap yang demikian itu sudah cukup bagi Raja Paranggelung untuk memutuskan nasib Anggraini. Kemudian ia bergegas menuju sel tempat Palgunadi dipenjara. Ia mesti menemuinya di sana, sebab jika Palgunadi dibawa keluar sel ia kuatir Palgunadi akan melarikan diri. Lanjut baca…

Share on Facebook

Hutang rindu dibayar rindu #1

Raja Paranggelung kehilangan salah satu panglima perang terbaiknya, hilang bukan karena tewas dalam peperangan namun terjadi pembelotan. Nama ksatria itu Sutakasi. Ia salah satu dari sembilan panglima perang yang dimiliki Raja Paranggelung. Sutakasi pergi ke hutan bersama sepasukan prajurit yang loyal kepadanya dengan tujuan utama menyusun kekuatan untuk merebut tahta Paranggelung.

Raja Paranggelung mempunyai calon permaisuri yang cantik jelita, bernama Anggraini. Ia menjadi target penculikan pasukan Sutakasi. Pada suatu hari ketika Anggraini mengadakan lawatan ke desa kelahirannya, ia diculik anak buah Sutakasi dan dibawa ke tengah hutan.

Dalam perjalanan menuju hutan, anak buah Sutakasi dihadang oleh seorang pemburu, Palgunadi1 namanya. Palgunadi ini sangat mahir bermain anak panah. Dengan mudah ia bisa mengalahkan anak buah Sutakasi dan menyelamatkan Anggraini. Lanjut baca…

Share on Facebook

Asmarandana untuk Arjuna

Kisah di bawah ini sebagai lanjutan dari lakon Aku Bisa Mengintip Fesbukmu.

Sesungguhnya hati Sembadra bimbang, dengan semua bukti yang kini ada di tangannya. Apakah dengan menunjukkan bukti kepada Arjuna, kalau rumah tangga Duryodana-Banowati baik-baik saja bahkan bisa dikatakan sangat harmonis, suaminya itu akan serta-merta menjauhi Banowati atau malah sebaliknya akan menghancurkan rumah tangga Raja Hastinapura itu?

Sembadra menimbang-nimbang, kepada siapakah ia ingin bercurhat? Kepada kakak tercintanya, Bathara Kresna-kah? Atau kepada Srikandi, istri Arjuna selain dirinya? Semalaman Sembadara berfikir keras. Akhirnya ia memutuskan untuk menyerahkan persoalan tersebut kepada Kyaine Semar Badranaya.1 Lanjut baca…

Share on Facebook