Hutang rindu dibayar rindu #1

Raja Paranggelung kehilangan salah satu panglima perang terbaiknya, hilang bukan karena tewas dalam peperangan namun terjadi pembelotan. Nama ksatria itu Sutakasi. Ia salah satu dari sembilan panglima perang yang dimiliki Raja Paranggelung. Sutakasi pergi ke hutan bersama sepasukan prajurit yang loyal kepadanya dengan tujuan utama menyusun kekuatan untuk merebut tahta Paranggelung.

Raja Paranggelung mempunyai calon permaisuri yang cantik jelita, bernama Anggraini. Ia menjadi target penculikan pasukan Sutakasi. Pada suatu hari ketika Anggraini mengadakan lawatan ke desa kelahirannya, ia diculik anak buah Sutakasi dan dibawa ke tengah hutan.

Dalam perjalanan menuju hutan, anak buah Sutakasi dihadang oleh seorang pemburu, Palgunadi1 namanya. Palgunadi ini sangat mahir bermain anak panah. Dengan mudah ia bisa mengalahkan anak buah Sutakasi dan menyelamatkan Anggraini. Lanjut baca…

Share on Facebook

Asmarandana untuk Arjuna

Kisah di bawah ini sebagai lanjutan dari lakon Aku Bisa Mengintip Fesbukmu.

Sesungguhnya hati Sembadra bimbang, dengan semua bukti yang kini ada di tangannya. Apakah dengan menunjukkan bukti kepada Arjuna, kalau rumah tangga Duryodana-Banowati baik-baik saja bahkan bisa dikatakan sangat harmonis, suaminya itu akan serta-merta menjauhi Banowati atau malah sebaliknya akan menghancurkan rumah tangga Raja Hastinapura itu?

Sembadra menimbang-nimbang, kepada siapakah ia ingin bercurhat? Kepada kakak tercintanya, Bathara Kresna-kah? Atau kepada Srikandi, istri Arjuna selain dirinya? Semalaman Sembadara berfikir keras. Akhirnya ia memutuskan untuk menyerahkan persoalan tersebut kepada Kyaine Semar Badranaya.1 Lanjut baca…

Share on Facebook

Petruk mantu [7]

Sementara itu di alun-alun Amarta sedang dipersiapkan pasukan untuk menghadang kedatangan pasukan Kerajaan Trancanggribig yang dikabarkan akan menyerang Kerajaan Amarta. Kepala pasukan masing-masing kompi mempersiapkan para prajuritnya. Mereka segera berkelompok menurut pasukannya, yakni pasukan jalan kaki, pasukan berkuda, pasukan pemanah dan pasukan gajah.

Siapa pun yang menyaksikan gelaran masukan Amarta tersebut akan bergidik hatinya, inikah perang pemanasan sebelum pecahnya perang Bharatayuda? Tetapi apel siaga para prajurit Kerajaan Amarta segera dibubarkan oleh Yudhistira atas perintah Bathara Kresna. Sia-sia saja mengerahkan ribuan prajurit, toh akan kalah juga.

***

Kabar tentang rencana peperangan kedua negeri ini telah menyebar ke mana-mana, tak terkecuali terdengar pula oleh Prabu Petruk. Kepala telik sandi Loji Tenggara segera menghadap Prabu Petruk yang baru saja mengadakan kegiatan blusukan.

Sebagai kepala telik sandi yang masih kinyis-kinyis, ia ingin menunjukkan kemampuan dalam olah-warta di dunia keteliksandian di hadapan Prabu Petruk. Beberapa hari yang lalu ia telah lolos fit and proper test di muka para anggota dewan rakyat Loji Tenggara.  Lanjut baca…

Share on Facebook