Petruk mantu [6]

Suasana di balairung istana Amarta tegang. Yudhistira yang biasanya sabar, wajahnya berwarna kesumba, tanda menahan amarah. Werkudara alias Bima yang biasanya mudah tersulut emosi kali ini bingung melihat sikap kakaknya itu. Tentu saja bingung, wong Bima ndak tahu ada masalah apa sehingga ia dipanggil supaya berkumpul di balairung.

Di tangan kanan Yudhistira tergenggam secarik kertas. Bima belum berani membuka pembicaraan, sebab Yudhistira bilang akan memulai rapat setelah anggota Pandawa lengkap. Mereka menunggu kedatangan Arjuna.

“Akhirnya kamu datang juga, Jun. Istrimu masih ngambek?” tanya Bima ketika melihat Arjuna memasuki balairung.

“Marah perkara apa lagi?” Yudhistira ikut nimbrung bertanya.

Belum sempat Arjuna menjawab pertanyaan-pertanyaan kakaknya, Yudhistira berbicara lagi. Lanjut baca…

Share on Facebook

Petruk mantu [5]

Penampilan Gareng sekarang seperti raja betulan. Tapi ia belum menyadari apa yang terjadi sampai datangnya segerombolan prajurit kerajaan yang tiba-tiba menghaturkan sembah kepadanya.

“Akhirnya kami menemukan Paduka Raja Pandupergola di sini. Saya dan para prajurit semingguan ini mengelilingi kerajaan untuk mencari keberadaan Paduka,” kata pimpinan prajurit kepada Gareng.

Loh… sebentar. Kalian ini siapa, kok tiba-tiba menghaturkan sembah kepadaku? Aku tidak mengenal kalian!” ujar Gareng kebingungan.

“Paduka mbok jangan guyonan gitu dong. Saya patih Kerajaan Trancanggribig yang Paduka pimpin. Mari kita pulang ke keraton, kerabat istana telah merindukan Paduka,” ajak Patih Kerajaan, ramah. Lanjut baca…

Share on Facebook

Petruk mantu [4]

Woro Sembadra yang ngidam, Arjuna yang puyeng. Sebagai suami dari banyak istri, keinginan Sembadra saat ngidam kali ini dinilai oleh Arjuna lain dari pada yang lain dibandingkan dengan istri-istrinya. Sembadra minta dicarikan ikan emas bersisik permata. Sebuah keinginan yang sulit jika tak boleh dibilang mustahil.

Arjuna segera menghubungi Kresna untuk minta petunjuk. Kresna meminjami Arjuna sebuah jaring, bukan sembarang jaring sebab terbuat dari benang sutra. Jaring itu dinamakan Jalasutra. Jika tali jaring putus – meskipun hanya seutas saja – maka jaring tersebut tidak berfungsi sama sekali.

Untuk mencari ikan emas bersisik permata Arjuna mengajak Gareng untuk membantunya. Sebagai punakawan kesayangan keluarga Pandawa, Gareng mendampingi majikannya itu dengan senang hati. Sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Kresna, mereka segera menuju lubuk sungai di tengah hutan. Lanjut baca…

Share on Facebook