Pak Sastro priayi jantan

Dari JOG Kika mengabari saya kalau mBah Kung – untuk menyebut Sapardi Djoko Damono – punya novel baru berjudul Suti. Saya pun segera berburu buku dimaksud di toko buku langganan. Buku setebal 192 halaman yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas (2015) ini, saya baca hanya dalam satu dudukan.

Siapa sih yang tidak tersihir oleh kalimat-kalimat ajaib milik mBah Kung? Novel ini dibagi menjadi tiga babak. Perhatikan kalimat pembuka novel ini:

“Mblok, dah dengar ada orang baru?”

“Udah. Yang namanya Den Sastro itu, kan? Yang katanya dulu tinggal di Ngadidayan itu, kan?”

“Kemarin lakiku dipanggil, disuruh bikin sumur. Kerja bapak itu di mana, sih?”

“Mana aku tahu?”

“Ganteng banget priayinya, edan tenan! Cakrak seperti Prabu Kresno hehehe.”

Penulis sekaliber mBah Kung tentu saja pandai membikin kalimat yang menarik yang membuat pembaca jatuh cinta pada bacaan pertama. Lanjut baca…

Share on Facebook

Gajah Mada: segala sesuatu itu indah pada waktu-Nya

Judul buku: Erstwhile Persekutuan Sang Waktu • Penulis: Joseph Rio Jovian Haminoto • Penerbit: Gramata Publishing, 2015 • Tebal: 460 halaman

Rasa bahasa novel Erstwhile ini berasa makan Selat Solo, sebuah makanan khas Kota Solo yang konon tercipta karena olah rasa perpaduan antara lidah orang Belanda dan Keraton Surakarta Hadiningrat. Demikian dengan novel ini, ada citarasa bule di sana.

Syahdan, Picaro Donevante seorang warga kota Paris terinspirasi perjalanan Marcopolo ke Negeri Timur. Ia pun melakukan perjalanan bersama para sahabat yang ditemuinya di sepanjang perjalanannya. Tak diduga, Picaro berkelana hingga masuk ke wilayah Kerajaan Sriwijaya dan melanjutkan perjalanan hingga ke Majapahit! Lanjut baca…

Share on Facebook

Mereka mengulas buku saya #1

Judul buku: Kita Sangat Akrab Dengan Tuhan • Penulis: Guskar Suryatmojo • Penerbit: Smart Writing Revolution (Yogyakarta, Maret 2014) • Tebal: 110 halaman • Harga: Rp 29.000 (belum termasuk ongkos kirim) • Pesan: via email ke kyaine2010@gmail.com atau SMS 081288630551

***

[1]

TUHAN ITU SANGAT DEKAT

Oleh: Mugniar Marakarma

KITA SANGAT AKRAB DENGAN TUHAN, judul buku ini, menggambarkan isinya yang membeberkan bahwa Tuhan itu dekat. Ia terjangkau dan menjangkau. Maka jangan menjauh.

Dalam do’a-do’a kita, kita memanggil Tuhan dengan sebutan “Engkau” atawa “Mu” di belakang kalimat. Beranikah kita memanggil pak Bupati atawa pak RT, misalnya dengan sebutan engkau (Kita Sangat Akrab dengan Tuhan, halaman 29). Lanjut baca…

Share on Facebook