Mereka mengulas buku saya #1

Judul buku: Kita Sangat Akrab Dengan Tuhan • Penulis: Guskar Suryatmojo • Penerbit: Smart Writing Revolution (Yogyakarta, Maret 2014) • Tebal: 110 halaman • Harga: Rp 29.000 (belum termasuk ongkos kirim) • Pesan: via email ke kyaine2010@gmail.com atau SMS 081288630551

***

[1]

TUHAN ITU SANGAT DEKAT

Oleh: Mugniar Marakarma

KITA SANGAT AKRAB DENGAN TUHAN, judul buku ini, menggambarkan isinya yang membeberkan bahwa Tuhan itu dekat. Ia terjangkau dan menjangkau. Maka jangan menjauh.

Dalam do’a-do’a kita, kita memanggil Tuhan dengan sebutan “Engkau” atawa “Mu” di belakang kalimat. Beranikah kita memanggil pak Bupati atawa pak RT, misalnya dengan sebutan engkau (Kita Sangat Akrab dengan Tuhan, halaman 29). Lanjut baca…

Share on Facebook

Ketemu Bung Karno di JCC

Tadi siang saya mengunjungi IIICE 2014 (Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibition) yang bertempat di Jakarta Convention Center. Sebagai praktisi yang bergerak di bidang kawasan industri, bagi saya IIICE 2014 menjadi hal yang sangat penting untuk diikuti. Saya tak hendak menceritakan IIICE 2014 tersebut, Anda bisa membacanya di beberapa media online untuk mengetahui lebih detil tentangnya.

Pada saat saya mengitari lokasi pameran, mata saya menumbuk pada sebuah booth yang didominasi warna merah dengan tulisan Soekarno cukup besar. Saya pun mendekat dan mengamati koleksi yang dipamerkan: buku-buku tentang Bung Karno. Beberapa di antaranya sudah tersimpan di perpustakaan rumah saya. Aha! Saya menemukan sebuah buku yang selama puluhan tahun saya cari-cari: Bung Karno, Bapakku-Kawanku-Guruku (BKBKG) karya Guntur Soekarno. Lanjut baca…

Share on Facebook

Sukses dengan kesungguhan hati

Judul: Seni Merangkai Keberhasilan • Penulis: Akhmad Muhaimin Azzet, Lily Suhana dan Abdul Cholik • Penerbit: PT Elex Media Komputindo (2014) • Tebal: viii + 125

Suatu ketika seorang kawan mengeluh kepada saya mengenai nasibnya yang tak seberuntung orang lain. Ia sudah berumur mendekati usia pensiun, tetapi belum punya apa-apa untuk sangu di masa pensiunnya nanti. Ia membandingkan dengan anak muda berusia tiga puluhan, sudah nikah dan punya anak satu. Anak muda tersebut jauh lebih sukses hidupnya dibandingkan dengannya. Sukses dalam karier maupun kekayaan.

Mendengar keluhannya – dan saya berkesimpulan kalau orang gagal itu hobinya memang suka mengeluh – saya memberikan sebuah sanepan kepadanya. Saya memberikan pertanyaan kepadanya: Ada dua buah dompet. Jika disuruh memilih salah satunya, kamu akan memilih dompet yang bentuknya panjang tetapi berisi uang seratus ribu atau dompet yang pendek tetapi isinya sejuta rupiah. Sama seperti manusia, ada mereka yang berumur panjang namun kualitas hidupnya sangat rendah atau mereka yang masih muda namun sudah mencapai tingkat kualitas hidup di atas rata-rata. Lanjut baca…

Share on Facebook