Ibu, kemarin aku bertemu gadis yang menggoncangkan hatiku

Kelanjutan kisah Sedikit Cemas Banyak Rindunya

Siti Sundari terpesona oleh wibawa Lesmana, hingga ia terbengong beberapa saat. Untungnya Lesmana segera menepuk pundak Siti Sundari dan menyadarkan diri dari kekosongan pikiran.

“Apa yang membuatmu lari dari istana keputren, Sun?”

Mulut Siti Sundari seperti terkunci. Tak mampu menjawab pertanyaan Lesmana. Memang sulit untuk mencari alasan kenapa ia melarikan diri di saat ia berhadapan dengan Lesmana.

“Tahukah kamu apa yang terjadi di balairung Kerajaan Dwarawati? Ayahmu telah bertitah, siapa di antara Abimanyu dan Lesmana yang bisa membawa putrinya ke hadapannya akan dijadikan mantu olehnya. Sekarang aku telah menemukan dirimu, cah ayu. Mari aku antar pulang ke istana!”

“O, begitukah kabar terakhir yang terjadi di istanaku? Tapi… di sini aku menunggu kedatangan Abimanyu.” Lanjut baca…

Share on Facebook

Sedikit cemas banyak rindunya

Sambungan dari Pergilah, biar aku merasakan rindu!

Baru semenit Abimanyu meninggalkan Siti Sundari, tetapi ia merasa waktu merambat sejauh satu jam. Lehernya berasa makin panjang sebab sebentar-sebentar ia melongok ke arah kepergian Abimanyu yang akan menemui Gatotkaca.

Dalam hati kecilnya ia mencemaskan keselamatan kekasihnya itu, bisa-bisa rombongan dari Hastinapura mengeroyoknya karena telah menghalangi Lesmana untuk mendapatkan dirinya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Pergilah, biar aku merasakan rindu!

Lanjutan dari: O, menikahlah denganku

Suasana keputren istana Dwarawati sepi. Para prajurit yang seharusnya menjaga wilayah yang khusus diperuntukkan bagi para putri kerajaan itu pada asyik menonton pertarungan Gatotkaca vs Baladewa yang memang sangat seru dan mendebarkan jantung siapa pun yang menyaksikannya.

Syahdan, kesempatan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Abimanyu untuk menemui tambatan hatinya. Sangat mudah baginya untuk sampai di kamar Siti Sundari. Mereka cepat bertindak untuk keluar dari keputren. Kemudian suasana di sana semakin senyap saja.

Sementara itu, Kresna sebagai tuan rumah merasa sangat malu sebab tidak bisa menjamin kenyamanan para tamunya. Tetapi begitu melihat pertarungan antara kakak dan keponakannya ia tak bisa tinggal diam. Lanjut baca…

Share on Facebook