Dompet itu pun kembali kepada pemiliknya#3

Syahdan, Mas Suryat beranjak dari bangku untuk menuju tempat parkir. Sekira 5 menit waktu yang ia butuhkan berjalan hingga masuk ke dalam kabin Kyai Garuda Seta. Dan tentu saja ia melupakan dompet yang ia taruh di bangku ketiga.

Tak lama kemudian datang dua orang anak muda, dan langsung duduk di bangku kesatu dan kedua. Pemuda yang duduk di bangku kedua matanya tertuju kepada dompet yang tergeletak di sampingnya. Secepat kilat ia raih dompet tersebut dan ia simpan di balik bajunya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Dompet itu pun kembali kepada pemiliknya#2

Sepanjang perjalanan ke rumah, pikiran Mas Suryat tak lepas dari peristiwa yang ia alami. Ia mencari hikmah di balik musibah kehilangan dompet. Uang hilang pasti ia ikhlaskan, sebab bisa jadi sedekahnya selama ini masih dinilai kurang oleh Gusti Allah.

Sesampai di rumah ia segera menghubungi bank-bank penerbit Kartu Kredit. Ia minta dilakukan pemblokiran kartu kredit. Bagi orang yang berniat jahat menggunakan kartu kredit tersebut sangat mudah, apalagi ada KTP di dompet tersebut. Tinggal memalsu tanda tangan yang tercantum dalam KTP saat bertransaksi dengan kartu kredit. Lanjut baca…

Share on Facebook

Dompet itu pun kembali kepada pemiliknya#1

Peristiwa ini terjadi tiga minggu yang lalu.

Pada suatu hari Minggu, Mas Suryat makan siang di sebuah pusat perbelanjaan di kota tempat tinggalnya. Sudah menjadi kebiasaannya, ia ke mana-mana selalu membawa tas selempang butut kesayangannya. Bukan tanpa alasan ia membawa tas tersebut sebab sebagai orang yang sudah berumur setengah baya, akan sangat berguna untuk menaruh benda-benda kecil yang rawan hilang atau kelupaan di mana menaruhnya seperti kunci, kartu parkir, kaca mata dan dompet.

Rupanya di hari Minggu kemarin itu ia mengabaikan kebiasaannya itu. Pergi cuma sebentaran ini, kata hatinya. Lanjut baca…

Share on Facebook