Soto-soto

Setidaknya ada 4 (empat) warung soto langganan, saat kami berada di sekitar SOC-JOG.

Soto Ledokan

Warung soto ini berada di sekitar Tugu Kartasura. Dinamakan ledokan mungkin karena posisinya ada di bawah level jalan. Jadi untuk menuju meja warung, kita mesti turun tangga. Gus Dur pernah mampir di warung soto ini, sebab ada fotonya yang dipasang di dinding warung.

Kami biasanya mampir warung Soto Ledokan untuk menikmati makan malam setelah perjalanan dari KRW dan sudah sampai di KTS. Atau memang sengaja sarapan di sini sebelum keliling SOC dan sekitarnya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Sederhana, kebersamaan dan bahagia

Pengantin pria itu mengucapkan ijab-kabul dengan lancar. Tak ada teriakan kata ‘sah’ yang berlebihan alih-alih tepuk tangan dari hadirin. Kemudian mas kawin berupa cincin 2 gram disematkan di jari manis pengantin wanita. Semua lega.

Meja kursi yang tadi digunakan untuk acara ijab-kabul segera disingkirkan oleh panitia. Sepasang pengantin yang mengenakan baju senada warna biru dibawa ke atas panggung pelaminan diiringi lagu Tombo Ati (versi campursari). Mereka didudukkan di kursi pelaminan yang terbuat dari bambu. Dekorasi yang dikerjakan oleh para pemuda Karang Taruna Desa bertema green. Ada dua pohon pisang dipasang di sisi kiri-kanan kursi pelaminan. Tanaman-tanaman yang dipajang juga yang biasa kita temui di halaman rumah seperti Sri Rejeki, Pucuk Merah, Lidah Mertua dan aneka perdu. Tak ada bunga mahal sama sekali yang terpajang di sana. Lanjut baca…

Share on Facebook

Sandal jepit

“Maju, silakan di sini. Enggak apa-apa pakai sandal jepit,” pinta Jokowi.

Dikutip dari sini

Zaman SD saya dulu jamak anak-anak sekolah masih banyak yang nyeker, selain memang tak punya sepatu kebiasaan nyeker lebih praktis untuk bermain saat jam istirahat. Tetapi tidak sedikit dari teman-teman saya yang bersepatu. Kalau saya sih, ikutan nyeker. Nanti ketika saya klas 5 dan 6 mulai rutin bersepatu.

Seingat saya, jarang – bahkan tidak ada, memakai sandal jepit pada saat sekolah. Lebih baik nyeker. Cerita tentang sandal jepit, di rumah sandal jepit dipakai bersama. Saking awetnya kadang di bagian tumit sampai berlubang. Kalau tali sandal putus (biasanya bagian ujung tali yang dijepit jari) akan ‘diganjal’ menggunakan peniti. Lanjut baca…

Share on Facebook