Simbok

Simbok cethik geni. Ia ingin menghangatkan sayur lodeh untuk makan malam kami. Aku sendiri berada tak jauh dari darinya sedang membersihkan semprong dan mengisi minyak tanah pada tabung-tabung lampu teplok.

Kawan, aku gambarkan denah pawon simbok ya. Luas pawon kira-kira 3 X 6 meter. Di sana ada 2 tungku tanah liat yang dibikin oleh Bapak, di sebelah ada satu gentong cukup besar. Di sudut pawon terdapat kandang kecil untuk piara 4 kelinci. Lanjut baca…

Share on Facebook

Algojo Prabu Dewatacengkar

Rakyat Kerajaan Medang Kawulan sedang resah oleh pernyataan raja mereka, Prabu Dewatacengkar, bahwa ia sedang memerintahkan BPS untuk melakukan sensus penduduk. Sebagai kerajaan yang sedang berkembang dan membangun, ia menginginkan anak muda Kerajaan Medang Kawulan untuk berperan aktif dalam pembangunan. Perintah tersebut tidak boleh dibantah dan wajib dilaksanakan.

Keresahan yang dirasakan rakyat Medang Kawulan dipicu beredarnya kabar bahwa pendataan anak muda sebetulnya hanya kedok belaka. Konon, anak-anak muda tersebut akan disantap sebagai makanan oleh Prabu Dewatacengkar. Sangat mengerikan! Lanjut baca…

Share on Facebook

Rasa legi, rasa kecut

Minggu Legi, 17 Desember 2017

Akhirnya jadi juga mengunjungi Pasar Legi Kotagede pada pasaran Legi. Waktu tempuh dari SBR (yang jadi basecamp selama di JOG) hanya 10 menitan. Saya melalui Jl. Tegalgendu-Mondorakan, tetapi belum juga sampai di ujung jalan pasar, Kyai Garuda Seta yang saya kendarai diminta untuk putar balik oleh Mas Jukir, karena memang tidak bisa/boleh lewat di hari pasaran seperti itu.

Kemudian saya masuk melalui Jl. Kemasan yang legendaris itu dan diarahkan oleh Mas Jukir supaya parkir di Jl. Karanglo.  Lanjut baca…

Share on Facebook