Menyaksikan matahari tenggelam di Jeddah dan terbit di Mekkah

Sesaat sebelum melewati wilayah miqat (batas untuk memulai berniat ihram), crew Saudi Arabian Airlines memberitahukan kepada para penumpang kalau pesawat sebentar lagi melewati wilayah miqat, saya yang sudah memakai kain ihram (kain yang berwarna putih, tidak berjahit, terdiri 1 helai sebagai sarung dan 1 helai sebagai selendang) mulai berniat ihram. Saat itu, larangan-larangan ketika ber-ihram mulai berlaku, seperti tidak boleh memotong rambut atau kuku, bertengkar dan sebagainya.

Kalimat talbiyah mulai menggema di dalam pesawat. Rongga dada saya semakin sesak saja, memaknai arti kalimat talbiyah yang saya ucapkan. “Labbaika Allahhumma Labbaika, Labbaika La Syarika Laka Labbaika, Innal Hamda wan Ni’mata Laka Wal Mulku, La Syarika Laka – Ya Allah aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan segala kenikmatan hanyalah milik-Mu dan segala kekuatan. Tiada sekutu bagi-Mu”. Lanjut baca…

Share on Facebook

Tetralogi Pulau Buru Pramoedya Ananta Toer

Ketika mahasiswa dulu, kalau ingin membaca buku karangan Pramoedya Ananta Toer harus sembunyi-sembunyi. Karena semua buku Pram dilarang beredar. Kalau pun bisa membaca bukan dalam bentuk buku tapi hanya foto kopian, terutama Tetralogi Pulau Buru, yang merupakan epos pergulatan manusia-manusia Republik dalam mencari perfoma identitas dan kesadaran humanismenya pada pergantian abad dari 19 ke 20.

Banyak kalangan menilai, sampai dengan saat ini belum ada pengarang sekaliber Pram. Tapi ada juga yang menyebutkan Pram baru telah lahir, yaitu E.S. Ito pengarang buku Negara Kelima dan Rahasia Meede.

Dari sekian banyak buku karangan Pram, yang sudah menjadi koleksi Ruang Buku Padeblogan yaitu :
1.    Bumi Manusia – Lentera Dipantara
2.    Anak Semua Bangsa – Lentera Dipantara
3.    Jejak Langkah – Lentera Dipantara
4.    Rumah Kaca – Hasta Mitra
5.    Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer – KPG
6.    Panggil Aku Kartini Saja – Lentera Dipantara
7.    Gadis Pantai – Lentera Dipantara
8.    Jalan Raya Pos, Jalan Daendels – Lentera Dipantara
9.    Cerita dari Digul – KPG
10.  Mangir – KPG
11.  Di Tepi Kali Bekasi – Lentera Dipantara
12.  Midah, Si Manis Bergigi Emas – Lentera Dipantara
13.  Larasati – Lentera Dipantara
14.  Sekali Peristiwa di Banten Selatan – Lentera Dipantara
15.  Bukan Pasar Malam – Lentera Dipantara
16.  Cerita Calon Arang – Lentera Dipantara
17.  Sang Pemula – Lentera Dipantara
18.  Hikayat Siti Mariah (Editor – Pram) – Lentera Dipantara

Share on Facebook

Suparto Brata, Penulis Sepuh yang Sangat Produktif

Hampir setiap hari saya mengintip http://www.supartobrata.blogspot.com/ atau http://www.supartobrata.com/ untuk mengetahui apakah Pak Brata ini mengeluarkan buku baru. Pak Brata (76), meskipun usianya sudah sepuh begitu sangat produktif menulis. Saya pernah mendapatkan balasan e-mail dari beliau, yang menginformasikan mestinya tahun 2007 lalu ada beberapa bukunya yang diterbitkan oleh Grasindo, tapi tertunda karena alasan sesuatu dan lain sebab sehingga sampai sekarang belum muncul di toko buku langganan saya. Pasti banyak penggemar Pak Brata yang menantikan buku-buku baru karangannya. Lanjut baca…

Share on Facebook