Koreksi Buat Kancilnya Masdi Soenardi

Cerita kancil dari masa ke masa selalu saja digemari oleh anak-anak, khususnya anak Indonesia. Pun dengan cerita kancil yang tiap minggunya nongol di CMI. Saya ada sedikit koreksi tentang gambar kancil karya Masdi Soenardi.

Kancil punya nama ilmiah Tragulus javanicus. Panjang tubuhnya dari hidung hingga ujung ekor kurang lebih 40 cm, ditopang 4 tungkai yang langsing. Bila berdiri tegak, tingginya sampai bahu 20 cm. Sikap tubuhnya merunduk, ciri khas penghuni hutan. Berat badannya tak lebih dari 20 kg. Warna Rambutnya yang lembut berkisar antara coklat hingga coklat kemerahan.

Bagaimana bila dia bertemu musuhnya? Kancil akan pura-pura mati. Badannya dirapatkan di tanah dan napasnya ditahan. Ach, kancil memang cerdik.

Tabloid Cempaka Minggu Ini, 20 September 1989 dalam rubrik Sambungrasa

Share on Facebook

Seminar Mahasiswa di UGM

Masalah lingkungan hidup merupakan suatu hal yang menarik sekaligus meminta perhatian yang serius dari semua pihak. Masalah lingkungan hidup juga masalah kelangsungan hidup manusia. Lingkungan hidup rusak atau tercemar akan menyebabkan kelangsungan hidup manusia terganggu.

Dengan latar belakang itulah Senat Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan seminar mahasiswa dengan mengambil tema “Analisis Kerusakan Lingkungan Hidup dan Alternatif Penanganannya”. Seminar ini berlangsung akhir April 1989, dengan menampilkan delapan makalah yang semuanya hasil karya mahasiswa Fak. Geografi UGM dari mahasiswa semester 4 hingga semester 8.

Hal-hal yang banyak disoroti adalah masalah pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai), Degradasi Lahan, Perencanaan Tata Lingkungan Wilayah Pesisir dan ada pula yang meninjau dari aspek manusia, di mana manusia sebagai subyek kerusakan lingkungan hidup. Dalam seminar ini pun, mahasiswa memberikan beberapa alternatif penanganan masalah kerusakan lingkungan hidup tersebut. Dan diharapkan hasil dari seminar ini sedikit banyak dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam menangani masalah kerusakan lingkungan hidup.

 Tabloid Cempaka Minggu Ini, 13 Mei 1989 dalam rubrik Info Mahasiswa

Share on Facebook

Mana Kaca Mata Bajak Lautnya?

Tanggal 26 Juni lalu aku pergi ke Semarang, ke rumah temanku yang kebetulan kuliah di Undip. Pada kesempatan itu, aku gunakan untuk keliling kota diantar oleh temanku tadi. Tak lupa mampir di Gajah Mada Theatre yang kebetulan memutar Rambo III.

Di depan gedung bioskop tersebut, kulihat sosok yang selama ini jadi idolaku, yakni Oom Goen, kartunis MI yang berjidat lebar dan berkumis tebal. Tanpa babibu kusapa dia dengan lantang, “Oom Goen, kaca mata bajak lautnya kok nggak dipakai?” Anda tahu khan, dalam menggambar dia selalu memberikan kaca mata bajak laut pada sang tokoh.

Namun apa yang terjadi sungguh di luar perhitungan. Dia malah melotot ke arahku sambil ngomong yang tak kupahami maksudnya. Pasti ini salah alamat, pikirku. Dan betul, sebab dia masuk mobil yang bertuliskan merk sebuah sabun alias mobil propaganda.

Tentu saja aku malu setengah mati. Sudah diomeli Oom Goen palsu ditambah diketawain temanku. Salam buat Oom Goen asli dan sekali-kali nongol di koran ini dong.

Koran Minggu Ini – Suara Merdeka Group (terbitan Semarang) Minggu IV – Agustus 1988 dalam rubrik Pengalaman Tak Terlupakan

Share on Facebook