Mike si Keling

Sejak ulang tahun pertama Titi dan Gre bulan Juli lalu, nama mereka kami ganti menjadi Titi Fitriah – karena ia lahir pas lebaran – dan Gresyon Ramadan – karena ia lahir pas bulan puasa, lebih tua sebulan dibanding Titi. Kini, mereka punya adik baru yang kami adopsi hari Sabtu yang lalu.

Lila memberi nama kepadanya Michael Syabani – karena ia lahir di bulan Syaban tahun ini, berwarna hitam legam. Bolehlah kalau dipanggil dengan Mike si Keling.

Ia asli Karawang, berbeda dengan Titi yang lahir di Purworejo dan Gre di Jakarta. Di awal kehadirannya tak ada penolakan yang ekstrem dari mereka, meskipun Mike termasuk anak yang hiperaktif. Lanjut baca…

Share on Facebook

Bobot nestapa

Timbangan kamar mandi itu cukup lama teronggok di bawah meja konsul, karena battery-nya habis. Timbangan digital tersebut sebelumnya sering digunakan untuk menimbang bobot tubuh orang serumah. Maka, ketika battery baru telah terpasang saya pun naik di atasnya.

Tuing!

Bobot tubuh saya nyaris 10 kg di atas nilai ambang batas bobot normal orang dengan tinggi badan seperti saya.

Sesungguhnya saya telah menyadari kalau tubuh saya semakin melar. Lingkar perut/pinggang yang biasa menggunakan celana ukuran 34, kini 36 pun agak-agak tidak muat lagi. Pernah suatu hari, saya mencari celana yang fleksibel ukuran lingkar perutnya dan saya mendapatkannya. Enak dan nyaman dipakai, tidak bikin perut tertekan. Beberapa celana jins, sementara saya pensiunkan dulu. Lanjut baca…

Share on Facebook

Ario Wisanggeni menuntut pengakuan anak dari Arjuna

Bro, perempuan ndak pernah salah, dan kalau ia ternyata salah, kamulah penyebabnya. Jangan berusaha membuktikan bahwa ia salah, karena itu akan menjadi awal dari penderitaanmu. Mengalah sajalah Bro, dalam kasih sayang dan kelembutan, karena sebetulnya ia tahu kalau ia salah. Ia akan menyesuaikan diri. Jangan hanya kesal saat perempuan marah, tapi ingat juga saat ia sangat baik dan penyayang. Tanpa perempuanmu, hidupmu ndak akan komplit.

Banyak wanita, bahkan bidadari yang tersihir dan terpesona oleh serangkaian kalimat yang terucap dari lambe-nya Arjuna.

Adalah Dewasrani bidadari penghuni kahyangan yang tak lain adalah anaknya Bathari Durga, memendam rasa cemburu berat kepada Desranala yang juga bidadari. Kok cemburu toh mbak? Iya, soalnya Desranala dikawin oleh Arjuna beberapa bulan sebelumnya. Mereka saban hari berbulan madu di awan biru tiada yang mengganggu. Bulan madu di atas pelangi juga. Sak karepmu, namanya juga di kahyangan.

“Mami, tolong pisahin Desranala dari Arjuna dong!” rajuk Dewasrani pada Durga.

“Memang kamu cinta berat pada Arjuna?” goda Durga pada anak perempuannya itu. Lanjut baca…

Share on Facebook