Indonesia 2019

1
Para ahli dan cerdik pandai menyusun Konstitusi baru,
Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia,
Berdasarkan kepentingan bangsa dan negara,
Berkiblat dan berpihak kepada kepentingan rakyat banyak,
Para ahli dan cerdik pandai menyusun undang-undang baru,
Mengganti undang-undang dan aturan birokrasi tumpang tindih,
Mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara,
Urusan mudah tidak dipersulit, urusan sulit dipermudah.

2
Tidak ada lagi undang-undang dan peraturan yang tumpang tindih,
Ribuan Kepres, PP dan peraturan daerah dinyatakan tidak berlaku,
Undang-undang dan peraturan sejalan dengan Konstitusi,
Sistem birokrasi pemerintahan menjamin kepastian hukum,
Hukum dan perundang-undangan berpihak pada rakyat banyak,
Kepastian berusaha dan iklim investasi dijamin aturan jelas dan tegas,
Tidak perlu suap dan sogok untuk kelanacaran usaha. Lanjut baca…

Share on Facebook

Pandawa Menyebarkan Berita Hoax

Perang selalu meninggalkan dendam kesumat.

Aswatama mengendap-endap di perkemahan Pandawa. Malam itu ia akan mengeksekusi seluruh Pandawa dan yang menjadi target pertama untuk dibunuhnya adalah Dristadyumna kerabat dekat Pandawa yang telah membunuh Resi Drona, ayah Aswatama.

Dristadyumna yang baru saja melepas baju perangnya ditikam dari belakang oleh Aswatama dan untuk melepaskan dendam kesumatnya ia penggal kepala ksatria yang sudah tak berdaya itu.

***

Aswatama ingat kejadian beberapa hari sebelumnya.

Masih seputar kisah yang terjadi di Padang Kurusetra tempat berlangsungnya pertempuran seru antara Klan Kurawa dan Klan Pandawa. Hari itu, Resi Drona turun ke gelanggang. Mahaguru dan Brahmana para ksatria utama keturunan Bharata itu mengangkat sengaja mengobrak-abrik pasukan Pandawa. Ribuan prajurit Pandawa tewas mengenaskan di tangan lelaki yang sudah berusia sepuh itu.

Keadaan tersebut membuat cemas Pandawa. Tapi, siapa yang sanggup menghentikan amukan Resi Drona? Setahu Pandawa, saat itu Drona belum menggunakan aji pamungkasnya, yakni mantra bramasta. O, mereka membayangkan betapa Klan Pandawa akan hancur lebur jika Drona sudah mengucapkan mantra saktinya tersebut. Puntadewa aka Yudhistira sebagai pimpinan Pandawa memerintahkan kepada Bima aka Werkudara untuk memanggil Kresna untuk dimintai pendapatnya. Lanjut baca…

Share on Facebook

Cara Arjuna kelola cemburu

Marga satwa dan segenap flora-fauna yang mukim di gunung Jamurdwipa pada kegerahan. Angin gunung berasa panas padahal menurut insting mereka kawahnya sedang tidak bergolak. Ada sesuatu yang nganeh-nganehi adat kebiasaan di lingkungan habitat mereka.

Arjuna baru saja mentas dari telaga Mantingan yang kini airnya mendidih. Maksud Arjuna berendam di air telaga untuk mendinginkan hatinya. Tapi apa daya, dinginnya air telaga tak mampu menurunkan panas hatinya.

Itulah kenapa marga satwa dan segenap flora-fauna merasakan kegerahan yang luar biasa. Lanjut baca…

Share on Facebook