Indonesia 2019

1
Para ahli dan cerdik pandai menyusun Konstitusi baru,
Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia,
Berdasarkan kepentingan bangsa dan negara,
Berkiblat dan berpihak kepada kepentingan rakyat banyak,
Para ahli dan cerdik pandai menyusun undang-undang baru,
Mengganti undang-undang dan aturan birokrasi tumpang tindih,
Mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara,
Urusan mudah tidak dipersulit, urusan sulit dipermudah.

2
Tidak ada lagi undang-undang dan peraturan yang tumpang tindih,
Ribuan Kepres, PP dan peraturan daerah dinyatakan tidak berlaku,
Undang-undang dan peraturan sejalan dengan Konstitusi,
Sistem birokrasi pemerintahan menjamin kepastian hukum,
Hukum dan perundang-undangan berpihak pada rakyat banyak,
Kepastian berusaha dan iklim investasi dijamin aturan jelas dan tegas,
Tidak perlu suap dan sogok untuk kelanacaran usaha. Lanjut baca…

Share on Facebook

Pak Sastro priayi jantan

Dari JOG Kika mengabari saya kalau mBah Kung – untuk menyebut Sapardi Djoko Damono – punya novel baru berjudul Suti. Saya pun segera berburu buku dimaksud di toko buku langganan. Buku setebal 192 halaman yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas (2015) ini, saya baca hanya dalam satu dudukan.

Siapa sih yang tidak tersihir oleh kalimat-kalimat ajaib milik mBah Kung? Novel ini dibagi menjadi tiga babak. Perhatikan kalimat pembuka novel ini:

“Mblok, dah dengar ada orang baru?”

“Udah. Yang namanya Den Sastro itu, kan? Yang katanya dulu tinggal di Ngadidayan itu, kan?”

“Kemarin lakiku dipanggil, disuruh bikin sumur. Kerja bapak itu di mana, sih?”

“Mana aku tahu?”

“Ganteng banget priayinya, edan tenan! Cakrak seperti Prabu Kresno hehehe.”

Penulis sekaliber mBah Kung tentu saja pandai membikin kalimat yang menarik yang membuat pembaca jatuh cinta pada bacaan pertama. Lanjut baca…

Share on Facebook

Gajah Mada: segala sesuatu itu indah pada waktu-Nya

Judul buku: Erstwhile Persekutuan Sang Waktu • Penulis: Joseph Rio Jovian Haminoto • Penerbit: Gramata Publishing, 2015 • Tebal: 460 halaman

Rasa bahasa novel Erstwhile ini berasa makan Selat Solo, sebuah makanan khas Kota Solo yang konon tercipta karena olah rasa perpaduan antara lidah orang Belanda dan Keraton Surakarta Hadiningrat. Demikian dengan novel ini, ada citarasa bule di sana.

Syahdan, Picaro Donevante seorang warga kota Paris terinspirasi perjalanan Marcopolo ke Negeri Timur. Ia pun melakukan perjalanan bersama para sahabat yang ditemuinya di sepanjang perjalanannya. Tak diduga, Picaro berkelana hingga masuk ke wilayah Kerajaan Sriwijaya dan melanjutkan perjalanan hingga ke Majapahit! Lanjut baca…

Share on Facebook